MELESATNYA TEKNOLOGI KOMUNIKASI DAN SISTEM INFORMASI

Dalam perkembangan teknologi komunikasi, tujuan yang ingin dicapai adalah efisiensi, fleksibilitas dan integritas sistem informasi. Oleh sebab itu, disebutkan dalam bahan bacaan bahwa teknologi mengalami dua tahap historis sepanjang masa, yakni revolusi dan evolusi. Revolusi terjadi ketika ada perubahan menyeluruh dalam suatu sistem ataupun kondisi yang umumnya terjadi karena ada dorongan atau paksaan lingkungan. Lihat saja bagaimana dahulu manusia sangat menggantungkan diri pada koran sebagai media utama untuk mengetahui perkembangan dunia. Begitu internet menerobos sejarah manusia, informasi tidak hanya dapat diperoleh melalui media cetak melainkan dapat pula diakses secara online. Sedangkan evolusi terjadi ketika ada perkembangan yang bertahap dari bentuk sederhana menjadi lebih kompleks. Ambil telepon genggam sebagai contoh; ada masanya ketika telepon genggam hanya berfungsi sebagai media komunikasi jarak jauh yang portable. Namun kini telepon genggam sangat multifungsi, baik sebagai media mengirim pesan (sms), mendengarkan radio, mengakses internet, atau bahkan kamera. Inilah kenyataan dari teknologi, ia akan terus berkembang dan berubah. Tugas manusia selanjutnya adalah untuk mengawasi implikasi dari teknologi yang ada kini dan terus memantau dampak yang mungkin muncul di masa mendatang.

Demokratisasi Informasi

Seiring dengan pengesahan UU No 32 tahun 2002 tentang  Penyiaran, Indonesia semakin gencar dengan aksi kebebasan berpendapat dan free flow of information. Tidak lagi dikekang oleh sebuah sistem pemerintahan, kemajuan teknologi komunikasi menghadirkan nuansa baru. Seperti yang disebutkan pada bahan bacaan, kemajuan teknologi dan informasi membawa pengaruh yang besar khususnya pada lingkungan sosial.

Pengaruh positif yang muncul di masyarakat adalah, kini orang biasapun (tanpa harus menjadi ahli) dapat menjadi sumber dari sebuah karya tulis. Penyebaran informasi kepada masyarakat kini tidak lagi menjadi kejayaan mutlak media massa tradisional. Inilah yang kita lihat di fenomena ‘blogging’, siapapun dapat menjadi sumber untuk menceritakan pengalamannya dan dibaca oleh massa. Tidak ada persyaratan khusus bahwa seorang blogger harus memiliki pendidikan formal agar dapat menulis. Fenomena blogging berkembang pesat khususnya di kalangan remaja hingga kalangan menengah dewasa,  dan menjadi sumber alternatif menarik bagi mereka yang tidak mengandalkan surat kabar atau majalah.

Di sisi lain, salah satu pengaruh negatif dari demokratisasi informasi adalah the invasion privacy. Kasus berikut tidak terjadi di Indonesia namun tidak menutup kemungkinan ada pihak yang mengalami nasib serupa. Sempat ada kasus seorang pria bernama Vayner di Amerika yang membuat sebuah cuplikan pendek mengenai dirinya untuk dijadikan video lamaran kerja. Video tersebut berisi segala kegiatannya dimulai dari dansa, ski, angkat beban hingga karate. Video berdurasi sekitar 7 menit itu ternyata begitu cepat bocor dan tersebar luas di internet hingga menjadi cemoohan banyak orang karena kegiatan-kegiatan yang ditampilkan dilakukan secara berlebihan. Dirinya mengaku mengalami stres karena awalnya berharap video tersebut dapat memberikan peluang lebih baginya dalam melamar pekerjaan. Kasus video Vayner berujung di pengadilan.

Pergeseran Teknologi Analog ke Teknologi Digital

Analog adalah suatu proses mengambil sinyal audio maupun video dan mengubahnya menjadi impuls elektrik. Wujud teknologi analog yang sudah sering kita jumpai yaitu telepon dan mikrofon. Sayangnya sinyal analog memiliki hambatan dari segi kapasitas ukuran. Sedangkan Digital adalah proses memecahkan sinyal-sinyal audio maupun video ke dalam format  binary digits (bits; 1 dan 0) untuk kemudian dihantarkan ke alat penerima (receiver) dan menyusunnya sedemikian rupa hingga serupa dengan sinyal awal yang dikirim. Digital memiliki kelebihan dibandingkan analog karena mampu meminimalisir kesalahan dalam proses pemindahan data sehingga pesan yang diterima lebih jernih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: