kegagalan indonesia di final piala aff

Setelah melewati babak penyisihan dan semifinal dengan hasil sempurna, Indonesia gagal menjadi juara piala AFF.  Pada final leg pertama di stadium bukit jalil Malaysia menang 3-0, sedang pada leg kedua di stadion Gelora Bung Karno kesebelasan Indonesia hanya menang 2-1. dengan demikian Malaysia tampil sebagai juara Piala AFF mengalahkan Indonesia dengan agregat 4-2.
Kenapa Timnas Indonesia yang tampil begitu garang pada babak penyisihan dan semifinal harus kalah dengan Malaysia pada babak final?

Ada banyak factor penyebab kekalahan timnas Indonesia menjelang final AFF sehingga gagal meraih juara Piala AFF 2010.
1.    Timnas Indonesia terlalu over confident. Pada babak penyisihan tiga kali main Indonesia meraih hasil sempurna. Menang atas Malaysia 5-1, menumbangkan Laos 6-0, dan mengalahkan musuh bebuyutan Thailand 2-1. Pada babak semifinal Indonesia mengalahkan tim tangguh Philipina dengan 9 pemain naturalisasinya1-0 pada leg pertama dan kedua di GBK.
2.    Lawan Indonesia difinal adalah Malaysia yang pernah digulung Indonesia pada babak penyisihan. Saat final tim Malaysia banyak melakukan perubahan untuk mengantisipasi permainan Indonesia yang pernah mengalahkanya 1-5. Sedangkan Alfred Ridl  pelatih timnas Indonesia hampir tidak melakukan perubahan formasi maupun strategi walaupun bertemu dengan Malaysia di Bukit jalil adalah pertandingan away pertama.
3.    Nurdin Halid ketua PSSI justru merusak konsetrasi timnas sebelum menghadapi Malaysia di final. Apapun alasanya, yang jelas Nurdin telah membawa skuad timnas sowan kepada ketua Partai Golkar Aburizal Bakrie. Itu sama sekali tidak relevan dengan persiapan sebuah tim yang sedang mempersiapkan diri menghadapi partai puncak. Dengan kata lain Nurdin Halid telah menggunakan skuad timnas yang pada saat itu sedang onfire dan mendapat perhatian dari masyarakat luas atas hasil sempurna di penyisihan dan semifinal untuk kepentingan pribadi.
4.    Media masa juga ikut andil atas kegagalan timnas mengadapi babak final melawan Malaysia. Berita dan isu profil anggota timnas menjadi target media masa untuk di expose. Hal ini dapat merusak konsentrasi tim. Bahkan pelatih timnas Alfred Riedl mengeluh dan kesal karena pemain terus diwawancarai didalam pesawat saat keberangkatan ke Kuala Lumpur. (untuk TV One, gimana nich?).
5.   Aburizal Bakrie ketua partai Golkar menggunakan skuad timnas untuk kepentingan pribadi dan partai. Atau dalam istilah lain mempolitisasi. Ical dan Nurdin kongkalikong untuk mempolitisasi skuad timnas. Nurdin Halid berkoar-koar kalau selama ini Aburizal Bakrie telah banyak menyumbang PSSI.
6.   Laser suporter Malaysia sanngat berpengaruh  pada hasil akhir saat timnas Indonesia bertemu Malaysia di Bukit Jalil. Pada babak pertama Indonesia main sangat bagus hingga berhasil menahan tuan rumah Malaysia 0-0. Pada babak kedua setelah kiper Markus Horison protes, dan wasit menghentikan pertandingan untuk beberapa saat, permainan timnas sangat berbeda karena konsentrasi telah terganggu. Alhasil Indonesia menyerah 0-3. Dengan ketinggalan 0-3 pada leg pertama anggota timnas Indonesia harus memanggul beban berat saat menjamu Malaysia di GBK.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


%d blogger menyukai ini: